Kamis, September 16, 2010

CPN =Calon Penghuni Neraka

Din Rahimi
Allah SWT telah menciptakan makhluknya berpasang-pasangan. Karakter makhluk berpasang-pasangan. Ada baik ada buruk, ada salah ada benar, dan ada jantan ada betina. Demikianlah seterusnya. Khususnya makhluk yang bernama manusia ini, Allah SWT juga telah mengilhamkan dua karakter yang berpasangan yakni kejahatan dan ketaqwaan. Dengan akal sehat manusia, mereka diberi pilihan bebas apakah mereka mau mengikuti ilham kejahatan atau ilham ketaqwaan. Bagi mereka yang memilih ilham kejahatan maka mereka dianggap telah mengotori jiwanya dan bagi mereka memilih ilham ketaqwaan maka mereka dianggap telah mensucikan jiwanya.

Bagi mereka yang telah mensucikan jiwa akan beruntung dan bagi mereka yang telah mengotori jiwanya akan merugi. Orang yang jiwa telah suci maka akan memancarkan nur kebenaran ilahiyah hingga tampak terang dalam jiwanya mana jalan selamat / lurus dan mana jalan celaka / bengkok. Orang yang jiwa suci maka mereka akan memberikan efek ketenangan, kebahagian, keadilan, dan kedamaian bagi diri dan lingkungan hidup di mana dia berada. Bagi mereka jiwanya kotor mereka akan memancarkan sinar keburukan dan kekejian hingga efek keresahan, kegelisahan, kecemasan, dan ketidakamanan, serta ketidakadilan menjakiti diri dan lingkungan hidup di mana dia berada.

Oleh karena itu dalam lingkungan hidup kita sangat terpengaruh dengan penghuni yang tinggal dalam sebuah kawasan. Bilamana orang-orang yang kotor hatinya lebih banyak tinggal maka lingkungan hidup kita menjadi rusak dan tidak berkah lagi. Tetapi bila mana orang orang suci jiwanya lebih dominan pada sebuah kawasan maka insya Allah lingkungan kehidupan akan menjadi tenang dan aman.

Orang orang kotor jiwanya adalah orang yang menjadi CPN : Calon Penghuni Neraka. Mereka memiliki sifat yang pantas untuk itu. Dalam bahasa Al-Qur'an mereka diberi label : Orang-Orang yang tidak bersyukur, tidak beriman, dan tidak berakal. Disamping itu mereka juga dicap sebagai orang-orang lalai dna merusak. Orang seperti ini kelak di akhirat hobbinya memakai kata-kata yang diawali dengan kata seandainya dan sekiranya. Misalnya seandainya dahulu di duni saya beriman, mendengar, dan berakal maka saya tidak akan merugi seperti saat ini.

Sebaliknya orang -orang yang mensucikan jiwanya kelak akan dimasukkan ke dalam surga tempat seluruh kenikmatan disimpan di situ. Belum pernah terdengar oleh telinga dan belum terbayangkan oleh fikiran bagaimana hebatnya kenikmatan surga itu.

Inilah dua tempat yang berpasangan pula surga : tempat seluruh kenikmatan ditumpahkan ke dalamnya dan neraka tempat seluruh siksa ditumpahkan ke dalamnya.

Ulama berkata sekiranya seluruh kenimatan di dunia ini kali 10, kali 1000, kali sejuta, kali miliar, kali trilliunan, dan dikali sampai berapapun kemudian semua kenikmatan semuanya masukkan ke dalam hati,maka kenikmatan itu belum ada artinya jika dibanding dengan kenikmatan surga. Ibaratnya kalau anda celupkan telunjuk ke dalam lautan kemudian ada satu tetes air tersisa pada telunjuk ketika anda angkat dari laut maka itulah kenikmatan seluruh dunia dan lautan itu,itulah kenikmatan surga. Demikian pula sebaliknya tentang siksa neraka. Kalau seluruh siksa dikumpulkan di dunia ini baru dikali berapa saja maka ia tidak ada apaapanya jika dibanding dengan beratnya siksa di neraka. Samahalnya tadi bila anda celupkan telunjuk ke dalam lautan maka satu tetes tersisa pada jari telunjuk itulah yang menjadi sikswa dunia seluruhnya dan air lautan sisa itulah yang menjadi simpanan siksa akhirat.

Wahai Allah SWT., aku tak kuasa menolak godaan syetan, tapi aku juga tak sanggup menahan siksa neraka. Tetpai aku juga belum istiqamah pula taat pada-Mu,y Allah. Rahmat, ampunan, dan ridho-Mu jualag hamba harapkan, ya Allah, Tolong perkenankanlah.
Amin, yaa Robbal Alamin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar